Bupati Taput Narasumber Webinar ke-4 Peringatan Bulan Bung Karno 'Politik Kesehatan Berdikari'
"Kebijakan Kesehatan yang Pro Rakyat"
Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si sebagai salah satu narasumber bersama Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Menteri Kesehatan Terawan Agus P dalam acara Webinar ke-4 dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2020 dengan tema Politik Kesehatan Berdikari dengan DR (HC) Puan Maharani Ketua DPR RI sebagai Keynote Speaker dan Sekjend DPP PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan Pidato Kebangsaan.
Bupati Taput yang didampingi Ketua DPRD Taput Poltak Pakpahan, Kajari Taput Tatang Darmi, SH, MH,
para anggota DPRD Taput dari Fraksi PDI Perjuangan dan Asisten I Parsaoran Hutagalung serta beberapa Pimpinan OPD melalui aplikasi zoom meeting room bertempat di Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati Taput, Selasa (30/06).
Sebagai narasumber, Bupati menjelaskan beberapa kebijakan dalam program kesehatan di Kabupaten Tapanuli Utara yang memprioritaskan rakyat miskin, pola gotong royong terutama dalam menanggulangi Covid-19 melalui bantuan bantuan masyarakat dan kelompok, serta bagaimana Pemerintah Daerah memberikan akses bagi pengobatan ataupun berupa bahan obat-obatan kesehatan produksi lokal.
"Kita melakukan segala upaya dalam menciptakan kemandirian kesehatan, semua puskesmas di Tapanuli Utara sudah kita benahi dan melayani selama 24 jam termasuk beberapa rawat inap yang didukung Ambulance yang melayani 24 jam secara gratis, dalam mengatasi bebas pasung para Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) kita juga membuat Rumah Sehat jiwa yang dibantu dengan dokter spesialis," awal paparan Bupati.
"Dalam peningkatan pelayanan RSUD Tarutung sudah didukung 30 tenaga dokter spesialis 14 diantaranya adalah fulltimer, kita juga anggarkan 300 juta pertahun untuk subsidi kesehatan masyarakat miskin, program usia lanjut dengan memberikan makanan tambahan dan pemeriksaan secara rutin, selama 6 tahun terkhir kita telah mengeluarkan dana sekitar 15 milyard rupiah untuk 36.500 orang peserta JKN-KISS. RSUD Tarutung sudah lengkap dalam hal medical check up, CT scand, PONEK dan Haemodialisis. Dalam 1,5 bulan ini kita telah berhasil membangun ruang isolasi secara mandiri dari refocusing APBD yang dilengkapi dengan ventilator serta membangun bangsal kapisitas 23 orang," tambah Bupati.
Bupati juga mengusulkan kepada Menteri Kesehatan perlunya rumah sakit rujukan untuk beberapa kabupaten terdekat. "Kami menyampaikan, dalam menghadapi New Normal harus ada rumah sakit yang sudah lengkap sarana dan prasarana dalam penanganan pasien covid untuk melayani 3 atau 4 kabupaten. Selama ini kita masih mengirim pasien covid ke Medan sehingga kita putuskan untuk membangun sendiri dengan dana anggaran hasil relokasi dan recofusing dan rasionalisasi anggaran, sekarang tidak perlu memakan waktu untuk merujuk pasien ke Medan."
"Pola gotong-royong yang kita terapkan dalam mengatasi covid ini kita mengajak seluruh stakeholder, kita juga melibatkan Balai Latihan Kerja termasuk UMKM dalam pembuatan APD berupa alkohol, wastafel porabel dan masker dari bahan tenun ulos. Kita juga turun ke pasar untuk turut membeli hasil pertanian dan komoditi tersebut kita bagikan kepada masyarakat sekitar. Pemerintah Daerah bersama kelompok masyarakat termasuk PDI-Perjuangan turun bersama untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. Saat ini kita sudah membuka tempat pariwisata, hoten dan restoran serta tempat ibadah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19," jelas Bupati.
"Pada kesempatan ini, kami meminta penambahan Catridge untuk mesin Tes Cepat Molekular (TCM) di RSUD Tarutung dan kami mengusulkan agar penyajian data pasien positif covid-19 tidak hanya berdasarkan KTP saja tanpa mempertimbangkan tempat penyebaran dan domisili," ucap Bupati diakhir paparannya.
Selanjutnya, pada pidato Kebangsaan yang disampaikan Sekjen DPP PDI-Perjuangan menekankan pentingnya melaksanakan nilai-nilai Pancasila yang dipadukan dengan pemikiran Bung Karno.
"Masyarakat Indonesia diharapkan semakin menanamkan nilai-nilai Pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Rangkaian Kegiatan dalam Bulan Bung Karno yang dilaksanakan tahun ini walaupun dilakukan secara daring namun tujuannya tetap untuk membangkitkan kreatifitas para kader. Ibu Ketua PDI-P Megawati berharap para kader untuk menggelorakan berdiri di atas kaki sendiri sehingga mampu mandiri dalam menghadapi masa pandemi corona saat ini. Pemikiran Bung Karno dapat diimplemantasikan seluruh kader terutama yang sedang menjabat sebagai Kepala Daerah. Semangat solidaritas, kebersamaan dan gotong royong menjadi modal utama dalam menjalin sinergitas dalam membangun Negara kita ini," demikian beberapa kutipan pidato Kebangsaan yang disampaikan oleh Sekjen Hasto Kristiyanto.
