Wabup Taput Pimpin Rakor Terbatas, Sosialisasikan Geopark Kaldera Toba
Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M. Si diwakili Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat, SH didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Osmar Silalahi memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Terbatas antara Perangkat Daerah Teknis bersama stakeholder Kecamatan dan para pelaku usaha wisatawan UMKM di Muara, bertempat di Aula Hotel GNB Desa Untemungkur Kecamatan Muara, (Senin, 03/08/2020).
Rakor terbatas ini juga dihadiri beberapa pimpinan OPD teknis, Camat Muara Risma Rejeki Nababan, para Kepala Sekolah SD Negeri dan SMP Negeri serta 15 Kepala Desa se-kecamatan Muara untuk membahas tindak lanjut ditetapkannya Geopark Kaldera Toba menjadi anggota UNESCO Global Geopark pada 10 Juli 2020.
"Setelah penetapan Geopark Kaldera Toba oleh UNESCO ini akan terjadi peningkatan nilai hingga berlipat ganda pada berbagai aspek kehidupan di Muara, jika tidak dipersiapkan sejak awal akan bisa mengakibatkan persaingan tidak sehat. Kita harus mempersiapkan diri agar seluruh komponen masyarakat mampu bergandengan tangan. Pemerintah dan stakeholder harus bersama-sama mengupayakan peningkatan pengembangan kawasan Danau Toba ini yang tujian akahirnya untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat," awal arahan Wakil Bupati.
"Tantangan kedepan adalah bagaimana mindset kita bisa dirubah, mampu menerima perubahan secara global, namun tetap mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya. Kita perlu membangun kepercayaan dunia luar bahwa daerah kita ini layak dikunjungi dari beberapa aspek termasuk keindahan alam, seni-budaya termasuk sejarah. Komoditi inilah yang akan dijual untuk pariwisata. Bapak-Ibu yang diundang hadir saat ini harus membuat suatu usulan untuk selanjutnya akan dikaji. Kita akan menyusun konsep program apa yang akan dikerjakan," tambah Wakil Bupati yang dilanjutkan dengn diskusi bersama.
Dalam diskusi, beberapa peserta menyampaikan beberapa masukan serta tanggapan dari OPD teknis termasuk usulan program kerja tahun 2021 untuk memajukan pariwisata Muara.
Pada kesimpulan rakor tersebut, Wakil Bupati menekankan tugas setiap OPD teknis serta meminta seluruh stakeholder yang hadir mampu melihat potensi di lingkungannya.
"Kondisi pandemi saat ini memaksa Pemerintah untuk mendahulukan penanganan covid sehingga banyak menguras anggaran. Bapak Bupati berharap, tahun depan Dana Desa turut mendukung pariwisata, para Kepala Desa harus semakin kreatif meningkatkan potensi desa melalui BUMDes. Dalam pembangunan pariwisata khususnya Geopark Kaldera Toba konsep yang digunakan adalah 'kita bukan kami' agar pelaksanaannya bisa selaras, tidak saling mendahului atau bahkan tidak saling merusak. Kita akan menjual Muara yang berbudaya, kita memperkenalkan budaya Dalihan Na Tolu. Seluruh Muara harus bersatu. Camat dan Kepala Desa bersama stakeholder agar semakin aktif komunikasi dan diskusi. Kita semua yang hadir saat ini harus aktif mensosialisasikan terkait Geopark Kaldera Toba in," ucap Wakil Bupati mengakhiri rakor tersebut.
Pada kesempatan sebelumnya, terlebih dahulu penyampaian paparan oleh Kepala Bappeda Luhut Aritonang dan juga oleh Ferdinan Sitinjak sebagai salah satu anggota Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba.
Rencana Strategis di Geosite Muara Sibandang dan Hutaginjang memprioritaskan pada 4 pilar, yaitu: Konservasi, Edukasi, Ekonomi dan Seni-Budaya, selanjutnya 4 pilar ini dijabarkan dengan program pembangunan.
