Wabup Taput Pimpin Rapat Evaluasi Kerja SMP se-Tapanuli Utara


Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M. Si yang diwakili Wakil Bupati Tapanuli Utara Sarlandy Hutabarat, SH didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Parsaoran Hutagalung dan Kadis Pendidikan Bontor Hutasoit memimpin Rapat Evaluasi Kerja bersama Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta se-Tapanuli Utara, bertempat di Ruang Rapat Dinas Pendidikan, Tarutung (Kamis,16/07/2020).

“Kita harus mengevaluasi ulang sesuai hasil kunjungan monitoring saya selama hampir 2 minggu ini pada setiap SMP di 13 Kecamatan, dimana yang perlu diperbaiki untuk memberikan kenyamanan dan pola didik yang berkualitas. Visi-Misi Kabupaten Tapanuli Utara adalah tujuan utama Bapak Bupati dan saya untuk mensejahterakan masyarakat di Tapanuli Utara. Sesuai dengan perintah Bapak Bupati bahwa semua sekolah harus mempunyai Visi yang sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara," ucap Wakil Bupati mengawali arahannya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa belum ada ijin untuk pelaksanaan pembelajaran dengan tatap muka sekaligus mensosialisasikan Kesepakatan Bersama Gugus Tugas bersama Forkopimda. 

“Apabila proses tatap muka belum diijinkan maka proses belajar siswa tetap dengan model dalam jaringan maupun diluar jaringan seperti yang sudah kita lakukan dalam beberapa bulan terakhir. Perlu diperhatikan juga bahwa setiap orang yang masuk ke Taput yang berasal dari zona merah wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, harus ada surat keterangan mengatakan tidak terkena COVID-19, hal ini perlu dilaksanakan jika nanti ada siswa maupun keluarganya yang datang dari luar Tapanuli Utara untuk pembelajaran tatap muka," tambah Wakil Bupati.

“Para Kepala Sekolah harus menata lingkungan dengan baik, semua sekolah harus memiliki sarana dan prasarana pendukung termasuk meja dan kursi sesuai dengan standar yang telah di tetapkan. Untuk keindahan sekolah harus di tanami bunga maupun itu tanaman buah-buahan dan diberikan namanya, semua jendela harus memiliki gorden, jika ada kaca yang pecah harus di perbaiki, zat kimia yang berbahaya yang ada di laboratorium sekolah tolong dijaga baik dan diberikan wadah yang benar-benar terjaga. Sekolah harus memiliki buku inventaris barang dan aset, perhatikan juga tata letak bendera dan di setiap ruangan Kepala Sekolah harus ada 3 bendera yaitu bendera Merah Putih, bendera Kabupaten Tapanuli Utara serta bendera OSIS," lanjut Wabup.

"Perpustakaan harus diisi dengan buku profile Daerah termasuk Tapanuli Utara Dalam Angka agar semua anak didik kita lebih mengenal daerahnya, memahami berapa itu Kecamatan, desa, lurah dan yang lain.  Satu lagi, agar ada satu tempat untuk nama-nama para Alumni sekolah tersebut, ini sebagai motivasi untuk kebersamaan dalam membangun bonapasogitnya," akhir arahan Wakil Bupati.

Pada Rapat Kerja yang juga dihadiri oleh seluruh pejabat struktural pada Dinas Pendidikan, Wakil Bupati berdiskusi bersama para peserta rapat. 
 
“Didalam psikologi pendidikan dikatakan tidak ada orang yang bodoh, hanya saja pendekatan kita untuk memberi pembelajaran untuk anak didik kita itu yang tidak sesuai dengan kecerdasan yang dia miliki, inilah pekerjaan keras para Bapak dan Ibu Guru, boleh kita memberi bimbingan konseling metode pembelajaran yang berbeda-beda tergantung kepada kecenderungan intelegensi yang dimiliki oleh masing-masing anak didik kita, ketika itu yang kita lakukan akan disebut metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah di tanggapi oleh anak didik kita," ujar Asisten I di sela-sela acara tersebut.