Wakil Bupati Tapanuli Utara Buka Secara Resmi Orientasi Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Beresiko Stunting di Kabupaten Tapanuli Utara.
Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M,Si diwakili oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara Sarlandy Hutabarat, SH, MM bersama Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Dra. Rabiatun Adawiyah MPHR Koordinator bidang Advokasi Penggekan dan Informasi BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Didampingi Kadis PPKB3A Donna Situmeang dan Kadis Kesehatan Sudirman Manurung dan beberapa pimpinan OPD Menghadiri kegiatan Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Beresiko Stunting (KRS) bagi kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kabupaten Tapanuli Utara bertempat di Sopo Partungkoan Tarutung, (Selasa, 19/07/2022).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada tim dari perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara yang pada kesempatan ini memberikan Orientasi Verifikasi Dan Validasi Data Keluarga Beresiko Stunting (KRS) bagi kader tim pendamping keluarga (TPK) di Kabupaten Tapanuli Utara,” ucap Wakil Bupati mengawali sambutannya.
“Stunting ini disebabkan oleh beberapa faktor dan menjadi penting untuk kita tangani bersama sebagai penentu keberhasilannya. Untuk itu kita harus menyiapkan strategi dan rencana aksi yang tepat, dimulai dari pengawalan calon pengantin, ibu hamil dan pasca persalinan serta 1000 HPK (hari pertama kehidupan). Maka dengan itu, Diharapkan tim dapat bersinergi dengan pemerintah desa/kelurahan karena penanganan stunting tidak dapat berjalan sendiri tetapi harus bekerja sama dengan lembaga lainnya,” ucap Wakil Bupati menambahi.
Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat mengharapkan agar tim pendamping keluarga selalu menjaga kekompakan timnya sehingga dapat bekerja dengan maksimal dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Tapanuli Utara.
“Harapan saya, kiranya bapak/ibu dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius sehingga ilmu yang didapat boleh dikembangkan di desa/kelurahan bapak/ ibu sekalian, sehingga akan terwujud pepatah yang mengatakan “gadu-gadu ni silindung tu gadu-gadu ni sipoholon, maranak na jitu-jitu, jala marboru na tongon-tongon bagi masyarakat tapanuli utara,” ucap Wakil Bupati mengakhiri.
Dalam kesempatan sebelumnya, Panitia penyelenggara menyampaikan laporan terkait kegiatan tersebut.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah Untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan serta kompetensi peserta dalam melaksanakan verifikasi dan validasi Data Keluarga Beresiko Stunting dan terverifikasinya Data Keluarga Beresiko Stunting di Kabupaten Tapanuli Utara, sehingga data yang akan digunakan nantinya dilapangan adalah data-data yang valid dan akurat. Kegiatan ini dibiayai oleh DIPA RKA KL Bidang ADPIN Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara yang diikuti oleh sebanyak 274 orang, diantaranya 252 anggota TPK yang merupakan Kader KB dari 15 Kecamatan se-Kab. Tapanuli Utara, 12 orang dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kab. Tapanuli Utara dan 10 orang dari Dinas PPKBP3A Kab. Tapanuli Utara,” ucap Panitia memberikan Laporannya.
Dalam laporannya Kadis PPKB3A Donna Situmeang menyampaikan bahwa jumlah TPK di Tapanuli Utara adalah 282 TPK yang terdiri dari 846 Kader yang tersebar di setiap desa/kelurahan. Dengan adanya TPK yang langsung turun ke masyarakat, dari rumah ke rumah dan mengetahui masalah yang ada di lingkup terkecil di tingkat desa/kelurahan, bukan hal yang mustahil Dan ditargetkan menurun secara signifikan di Tahun 2024 dibawah target nasional.
Sementara itu Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Dra. Rabiatun Adawiyah MPHR dalam sambutannya mengatakan bahwa mereka berharap hari ini bisa mendapat hal yang positif terkait kegiatan TPK.
"Kami ingin berinteraksi langsung dengan TPK karena mereka inilah nanti yang paling berinteraksi langsung dengan keluarga-keluarga yang beresiko stunting, kami akan memberikan bahan-bahan seperti apa yang harus diperoleh dalam bekerja sebagai TPK dan atas izin Pak Wakil Bupati mungkin sewaktu-waktu bisa dipantau pekerjaan mereka. Dan kepada para OPD yang tupoksinya terkait dengan penurunan stunting mudah-mudahan pertemuan hari ini bisa menjadi tolak ukur seperti apa nanti berkontribusi bergotong royong menurunkan angka stuntin di Kabupaten Tapanuli Utara. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," tutur Dra. Rabiatun Adawiyah.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian Materi Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Stunting serta Sesi Tanya Jawab terhadap pemateri dan seluruh peserta yang hadir.
